Lain-lain

Pakai Media Tanam yang Tepat Ya!

Hallo, Garden People!👋

Di era pandemi saat ini banyak sekali yang melakukan bercocok tanam di rumah. Selain mengisi waktu luang, rumah pun akan menjadi terlihat lebih hijau dan asri serta udara menjadi lebih baik. Sebelum mulai untuk bercocok tanam alangkah baiknya kita mengetahui hal paling dasar dalam menanam, yaitu media tanam. Jangan sampai salah pakai media tanam ya Garden People, yuk kenali lagi media tanam sebelum memulai menanam! Agar dapat memakai media tanam yang tepat. 

Kenapa media tanam itu penting?

Setiap tanaman memiliki karakteristik tanaman yang berbeda-beda, ada yang suka lembab dan ada juga yang porous. Media tanam menjadi salah satu elemen penting agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, karena mengandung banyak unsur hara. Pemenuhan unsur hara harus dilakukan karena, unsur hara di alam sangat terbatas dan semakin berkurang karena terserap oleh tanaman.🧐

Media Tanam yang Baik

Media tanam yang baik yaitu, media tanam yang dapat mendorong pertumbuhan tanaman. Berikut ciri-ciri media tanam yang baik: 
1. Mengandung Unsur Hara yang Cukup

Salah satu fungsi media tanam yaitu menambahkan unsur hara tanaman, sehingga media tanam yang baik yaitu mengandung unsur hara yang cukup. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman terdiri dari dua golongan, yaitu unsur hara makro dan mikro. Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar seperti Nitrogen, Fosfor, Kalium, Kalsium, Magnesium, Sulfur dan unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman tidak terlalu banyak tergantung jenis tanaman seperti Klor, Zat besi, Tembaga, dan Boron.

2. Gembur (tidak padat)

Media tanam yang baik yaitu media yang bila digenggam akan terasa empuk dan bila dilepas akan mengembang kembali seperti sebelum digenggam. Namun media yang terlalu poros/remah akan membuat tanaman menjadi kekeringan, karena butiran yang tidak saling mengikat dan air tidak tersimpan dengan baik. 

3. Tidak Terlalu Asam

Media tanam kondisi lembab sebaiknya mempunyai pH atau derajat keasaman mencapai 6-7 atau tidak terlalu asam. Jika media terlalu asam (pH dibawh 6) tanaman bisa mati karena keracunan unsur Fe, Mg, dan Al.🤔

4. Media Matang Sempurna 

Media tanam dibuat dengan cara melalui proses fermentasi, pastikan media sudah matang bila ingin digunakan. Cara mengetesnya yaitu dengan cara memegang dan mencium baunya, jika terasa panas dan aromanya tidak sedap berarti media tanam belum cukup matang.😬

Macam-macam Media Tanam

Banyak orang yang mengira bahwa media tanam hanya tanah, padahal banyak loh media tanam lain yang mengandung banyak nutrisi serta unsur hara yang diperlukan bagi tanaman. Berikut media tanam yang lainnya: 

1. Humus

Humus merupakan jenis tanah yang paling subur bagi tanaman. Pada dasarnya, humus adalah tanah yang terbentuk secara alami maupun manipulasi dari berbagai  pelapukan pepohonan, daun-daun, dan kotoran hewan. Humus memiliki warna gelap yaitu berwarna coklat kehitaman, memiliki tekstur lembut dan gembur, serta unsur hara yang terkandung yaitu fenol, asam karboksilat, hidroksida, serta alifatik.

2. Sekam dan sekam bakar

Sekam merupakan limbah dari hasil penggilingan padi, dimana sekam mengandung banyak sekali bahan kimiawi yang bagus bagi tanaman. Bahan kimiawi yang terkandung pada sekam yaitu kadar air, protein kasar, lemak, serat kasar, abu, karbohidrat dasar, zat arang, hidrogen, oksigen, dan silika. Sedangkan sekam bakar atau sekam hitam adalah sekam padi yang dibakar. Sekam bakar memiliki fungsi yang sama dengan sekam padi, namun memiliki kandungan tambahan yaitu tingkat asam, fosfor, dan karbon hitam menjadikan sekam bakar lebih kuat dan bernutrisi sebagai media tanam. 

3. Lumut (moss)

Media tanam lumut atau biasa dikenal dengan nama kokedama berasal dari Jepang, dimana penggunaan kokedama dapat memberikan daya tarik dan nilai seni di kalangan para pecinta tanaman hias. Media tanam lumut tidak memerlukan pupuk karena bila diberi pupuk, lumut akan menjadi rusak, sebaiknya bila lumut tidak sehat lakukan saja penyiraman. 

4. Andam

Andam adalah media tanam yang terbuat dari ranting dan daun jenis pakis-pakisan yang sudah mati, andam juga merupakan media tanam yang banyak disukai. Andam memiliki karakter yang lembab, agak rapuh, dan mudah menyerap air. Karena sifatnya yang mudah lapuk, media tanam harus ditambahkan setiap enam bulan sekali. Andang memiliki kandungan Nitrogen yang tinggi, dan bahan organik lainnya seperti C, H, O, S, dan P yang mampu mengikat Ca, Mg, dan K.

5. Cocopeat

Cocopeat adalah media tanam yang terbuat dari sabut kelapa, sehingga mudah sekali ditemukan di negara-negara tropis, termasuk Indonesia. Karakter cocopeat adalah mudah menyerap dan menyimpan air. Cocopeat memiliki pori-pori sehingga memudahkan dalam pertukaran udara dan masuknya sinar matahari serta dapat menjaga tanah tetap gembur dan subur. Cocopeat memiliki bentuk menyerupai tanah, namun tidak mengandung unsur hara seperti tanah sehingga untuk menanam tanaman dengan cocopeat tanaman tidak hanya disiram air tetapi juga disiram menggunakan larutan nutrisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *